Mon – Fri: 7AM – 2PM

Blagungan, Donoyudan, Kalijambe,  Sragen

Round Up Corona Boyolali: Tambah 1 Warga Ngemplak

Solopos.com, BOYOLALI – Kasus pasien positif virus corona di Kabupaten Boyolali bertambah menjadi tujuh orang. Terbaru, ada satu tambahan pasien positif corona yang berasal dari Kecamatan Ngemplak.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina. Ratri mengatakan ada tujuh kasus positif tepat di hari ke-88 pemantauan persebaran Covid-19 di Boyolali.

Diusir Dari Indekos, 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Terpaksa Tinggal di RS

Terakhir, kasus tersebut terjadi pada laki-laki usia 56 tahun warga Ngemplak, dengan identitas MH. Saat ini pihaknya masih melakukan tracing riwayat perjalanan dan kontak erat yang bersangkutan.

Sempat ke Pasar

Menurut informasi awal, pria Ngemplak, Boyolali, yang positif virus corona itu sempat ke Pasar Dibal dan Pasar Legi Solo. Ratri mengatakan awalnya pasien positif Covid-19 nomor 07 di Boyolali itu mengeluh diare pada 20 April lalu. Kemudian dia pergi periksa ke Puskesmas Ngemplak dan menjalani rawat jalan.

Tetapi kondisi kesehatan yang bersangkutan tak kunjung membaik. Dia lantas memeriksakan diri ke RS UNS Solo.

Liga Belanda Dibatalkan, Ajax Amsterdam Gagal Juara

“Tapi yang bersangkutan merasa tidak segera membaik kemudian pergi ke Rumah Sakit UNS sore harinya. Di sana [Rumah Sakit UNS] menjalani perawatan dua hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan swab. Hasilnya muncul pada 25 April 2020. Kami diberitahu tadi malam,” kata Ratri. Saat ini MH dirawat di salah satu rumah sakit di Solo.

Pemantauan

Sementara itu saat ini pihak DKK Boyolali masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah kontak erat dari pasien positif Covid-19. Baik untuk kasus yang tercatat di Boyolali maupun yang di luar daerah, namun berkaitan dengan masyarakat Boyolali.

Termasuk pada 39 tenaga kesehatan di rumah sakit di Karanggede yang memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19 di Salatiga. “Sekarang sedang proses pemeriksaan rapid test. Kami hanya memantau kontaknya yang ada di Boyolali. Kalau kasusnya tercatat di Salatiga,” kata Ratri.

Kecamatan Terbanyak

Di sisi lain, Kecamatan Ngemplak kini menjadi wilayah dengan kasus corona terbanyak di Kabupaten Boyolali. Dengan adanya tambahan itu, saat ini di Kecamatan Ngemplak total ada tiga kasus positif Covid-19.

Jateng Tutupi Data PDP Covid-19 yang Meninggal Dunia, Ini Alasannya

Kecamatan Simo juga ditemukan sebanyak dua kasus positif corona. Kemudian Kecamatan Nogosari satu kasus, dan Kecamatan Teras satu kasus (pasien meninggal dunia). Sedangkan untuk data di Boyolali per 27 April 2020 pukul 13.25 WIB, terdapat tujuh kasus positif Covid-19. Dari jumlah itu satu meninggal dunia dan enam dirawat.

Dikutip dari laman covid19.boyolali.go.id, empat kecamatan tersebut memiliki tingkat risiko sangat tinggi. Selain empat kecamatan dengan tingkat risiko sangat tinggi, ada juga satu kecamatan dengan tingkat risiko tinggi yakni Kecamatan Klego. Kemudian risiko sedang terdiri dari Kecamatan Wonosegoro, Cepogo, Boyolali dan Mojosongo.

Sumber : solopos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *